Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan Seminar Hasil 2 pada Jumat (14/11) untuk Andi Setyawan, mahasiswa Program Magister Teknik Mesin. Dalam Seminar Hasil ini, Andi mempresentasikan penelitian tesisnya yang berjudul “Pengaruh Jenis Bed Material terhadap Laju Abrasi Wall Tube Boiler pada PLTU Circulating Fluidized Bed (CFB).” Sesuai dengan judulnya, tesis Andi mengkaji secara detail bagaimana variasi bed material memengaruhi tingkat abrasi pada wall tube boiler PLTU berteknologi Circulating Fluidized Bed (CFB).
Masalah abrasi pada wall tube merupakan salah satu tantangan utama pada unit CFB karena dapat memicu kebocoran, menurunkan efisiensi pembakaran, dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini membandingkan dua jenis material—aluminium oxide (Al₂O₃) dan silika (garnet)—melalui rangkaian pengujian sandblasting dengan parameter waktu 2 hingga 10 menit, tekanan 5–7 bar, serta sudut nozzle 45°. Sampel yang dianalisis berupa potongan water wall tube baja SA210 Grade A dari PLTU Punagaya.
Pengujian mencakup analisis massa dan ketebalan, uji kekerasan Vickers, pengamatan mikrostruktur menggunakan mikroskop optik dan SEM-EDX, serta pengukuran kekasaran permukaan. Hasilnya menunjukkan bahwa silika menyebabkan abrasi yang lebih agresif, ditandai dengan penurunan massa dan ketebalan yang lebih signifikan. Di sisi lain, aluminium oxide memberikan efek work hardening yang meningkatkan kekerasan permukaan akibat tumbukan partikel abrasif. Secara konsisten, durasi sandblasting yang lebih lama menghasilkan tingkat abrasi yang lebih tinggi.
Kesimpulan penelitian ini memberikan gambaran mekanisme abrasi yang terjadi pada sistem boiler CFB dan menegaskan pentingnya pemilihan bed material yang tepat untuk memperpanjang umur komponen serta mendukung operasi pembangkit yang lebih handal dan efisien.
Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
Dalam paparannya, Frieda menjelaskan bahwa baterai bekas kendaraan listrik mengandung material bernilai tinggi namun juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika tidak dikelola secara tepat.
