Dukung Industri Manufaktur Berkelanjutan, Muhammad Adam Fauzi Ajukan Penelitian Minimasi Cacat Pengecoran

Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Muhammad Adam Fauzi, mempresentasikan proposal penelitiannya dalam Seminar Proposal pada Selasa (20/01). Penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas proses manufaktur pengecoran logam, khususnya pada produksi housing pompa pertanian, yang memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian nasional.

Dalam tesis berjudul “Analisis Cacat pada Pengecoran Housing Pompa Pertanian Berbahan Ferro Carbon Ductile Menggunakan Metode Taguchi dan Simulasi Numerik”, Adam mengkaji permasalahan tingginya tingkat cacat pada proses pengecoran Ferro Carbon Ductile (FCD). Kompleksitas proses pengecoran yang melibatkan banyak parameter sering kali masih dikendalikan dengan pendekatan trial and error, terutama pada industri kecil dan menengah, sehingga menghasilkan kualitas produk yang tidak konsisten dan tingkat cacat yang relatif tinggi.

Penelitian ini mengusulkan pendekatan terintegrasi antara Design of Experiments (DOE) menggunakan metode Taguchi dan simulasi numerik berbasis Computer Aided Engineering (CAE). Parameter pasir cetak yang dianalisis meliputi moisture content, green compression strength, dan permeability, sedangkan desain sistem saluran dianalisis melalui variasi konfigurasi sprue, runner, ingate, riser, dan chiller. Metode Taguchi digunakan untuk menyusun kombinasi eksperimen secara efisien serta mengidentifikasi parameter yang paling berpengaruh terhadap pembentukan cacat pengecoran.

Simulasi numerik dimanfaatkan untuk menganalisis fenomena aliran logam cair dan proses solidifikasi guna memprediksi potensi cacat serta mengevaluasi efektivitas desain sistem saluran. Hasil simulasi dan analisis statistik selanjutnya divalidasi melalui proses pengecoran aktual untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi produksi nyata. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi parameter proses yang lebih optimal dan aplikatif bagi pelaku industri.

Melalui penelitian ini, diharapkan industri pengecoran, khususnya pada sektor pertanian, dapat meningkatkan kualitas produk, menekan tingkat cacat, serta meningkatkan efisiensi produksi. Kontribusi ini menjadi langkah penting menuju praktik manufaktur yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses