Mahasiswa Program Magister Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Dyan Herjuna,menuntaskan penelitian tesis yang mengkaji pengaruh cairan saliva tiruan terhadap karakteristik material basis gigi tiruan (denture base) yang difabrikasi menggunakan teknologi 3D printing berbasis stereolithography (SLA). Tesis berjudul “Pengaruh Cairan Saliva Tiruan terhadap Karakteristik Material Denture Base yang Difabrikasi dengan Pencetakan Tiga Dimensi (3D) Berbasis Stereolitografi” tersebut memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teknologi kesehatan gigi yang lebih aman, presisi, dan berkelanjutan.
Basis gigi tiruan merupakan komponen penting dalam rehabilitasi oral, yang performanya sangat dipengaruhi oleh sifat material serta metode fabrikasi. Metode konvensional berbasis heat-curing pada material poly (methyl methacrylate) (PMMA) masih memiliki keterbatasan, antara lain waktu produksi yang relatif lama dan potensi ketidakakuratan dimensi. Sebagai alternatif, teknologi additive manufacturing melalui metode SLA menawarkan proses fabrikasi yang lebih cepat dan presisi. Namun demikian, performa jangka panjang resin fotopolimer SLA dalam lingkungan rongga mulut yang dinamis masih memerlukan kajian mendalam.
Dalam penelitiannya, Dyan Herjuna melakukan evaluasi komprehensif terhadap sifat mekanis material denture base hasil SLA, meliputi uji lentur, tarik, tekan, impak, dan kekerasan. Selain itu, spesimen direndam dalam saliva tiruan dengan variasi pH 4, 7, dan 9 untuk mensimulasikan kondisi oral yang berbeda. Karakterisasi material dilakukan melalui pengujian sorpsi air serta analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam saliva tiruan, khususnya pada kondisi asam (pH 4), menyebabkan penurunan signifikan pada seluruh sifat mekanis resin SLA. Analisis FTIR mengonfirmasi bahwa mekanisme degradasi utama terjadi melalui hidrolisis ikatan ester, yang diperparah oleh rendahnya Derajat Konversi (Degree of Conversion, DC%) awal material, yaitu sebesar 53,33%. Meskipun material memenuhi standar ISO 20795-1 untuk sorpsi air, nilai kekuatan lentur yang dihasilkan belum memenuhi batas standar kritis.
Berdasarkan temuan tersebut, material denture base hasil 3D printing SLA direkomendasikan untuk aplikasi jangka pendek, seperti trial denture, namun belum layak digunakan sebagai prostesis definitif jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan material resin fotopolimer yang lebih andal serta mendorong inovasi teknologi manufaktur aditif di bidang kesehatan gigi.
Melalui riset ini, Dyan Herjuna berkontribusi dalam pengembangan teknologi kesehatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pemanfaatan teknologi manufaktur modern secara bertanggung jawab.
Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
