Mahasiswa Program Magister Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Budi Ari Sasmito Simatupang, telah menjalani ujian tugas akhir pada Senin (21/07) bertempat di Ruang Sidang A-4, Laboratorium Dinamika, Gedung A Lantai 1. Tugas akhir ini diuji oleh tim penguji yang terdiri dari:
-
Prof. Ir. Heru Santoso Budi Rochardjo, M.Eng., Ph.D., IPM.
-
Prof. Dr. Ir. Kusmono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.
-
Ir. Muhammad Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D.
-
Dr.Eng. Ir. Priyo Tri Iswanto, S.T., M.Eng., IPM.
Dalam tugas akhirnya yang berjudul:
“Studi Pengerasan Permukaan Low Alloy Steel dengan Pengelasan untuk Ketahanan Abrasi pada Pengolahan Kayu Pabrik Pulp dan Kertas”
(Study of Surface Hardening Low Alloy Steel by Welding for Abrasion Resistance in Wood Processing at Pulp and Paper Mills)
Budi menyoroti rendahnya ketahanan aus akibat gesekan pada material low alloy steel yang digunakan dalam peralatan kerja di pabrik pulp dan kertas. Dalam kondisi normal, keausan yang terjadi dalam 224 hari tercatat sebesar 3,730 mm.
Penelitiannya mengembangkan metode pengelasan permukaan (surface welding hardfacing) dengan variasi arus listrik dari 170A hingga 190A, menggunakan elektroda Nova NX100 berdiameter 4 mm yang mengandung unsur chromium (Cr), manganese (Mn), nickel (Ni), dan silicon (Si). Tujuannya adalah menemukan parameter optimum yang mampu meningkatkan ketahanan abrasi dan memperpanjang umur pakai komponen industri.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi arus 185A dan dua lapisan pengelasan menghasilkan peningkatan kekerasan permukaan hingga 5,84 kali lipat (dari 96 Hv menjadi 559 Hv), serta peningkatan ketahanan aus hingga 6,6 kali lipat, dibandingkan dengan permukaan tanpa perlakuan. Hal ini dikonfirmasi melalui ultrasonic thickness gauge dan pengujian dengan High-Speed Universal Wear Testing Machine.
Namun, peningkatan kekerasan dan ketahanan abrasi ini diikuti oleh peningkatan laju korosi. Tanpa perlakuan hardfacing, laju korosi tercatat 0,1090 mm/tahun. Setelah hardfacing dengan dua lapisan pada arus 185A, laju korosi meningkat menjadi 0,2053 mm/tahun. Ini menunjukkan adanya trade-off antara ketahanan aus dan ketahanan korosi yang perlu diperhatikan dalam implementasi industri.
Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan efisiensi dan keberlanjutan industri pulp dan kertas di Indonesia, khususnya dalam mengurangi frekuensi penggantian komponen akibat keausan serta menghemat biaya pemeliharaan jangka panjang.
Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
Dalam paparannya, Frieda menjelaskan bahwa baterai bekas kendaraan listrik mengandung material bernilai tinggi namun juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika tidak dikelola secara tepat.
