Proposal Tesis Salsabila: Optimalisasi Lokasi Collection Point Limbah Elektronik di Semarang dengan Pendekatan Multi Objective Mixed Integer Linear Programming

Pertumbuhan industri elektronik di Indonesia yang pesat, ditambah dengan laju pertumbuhan penduduk, diproyeksikan akan meningkatkan volume limbah elektronik di masa depan. Indonesia, sebagai salah satu konsumen elektronik terbesar dunia, kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan electronic waste.

Kondisi di Kota Semarang menggambarkan situasi ini dengan jelas. Pengumpulan limbah elektronik di kota tersebut masih bersifat informal dan belum terkoordinasi secara baik. Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang (DLHK) tengah merencanakan pembangunan collection point sebagai pusat pengumpulan limbah elektronik. Namun, proses perencanaan tersebut belum berbasis data yang memadai.

Salsabila Herwening Mileniadewi, mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Universitas Gadjah Mada, melalui penelitian bertajuk Penggunaan Multi Objective Mixed Integer Linear Programming dalam Penentuan Lokasi Collection Point Electronic Waste di Kota Semarang, menawarkan solusi berbasis sains data untuk menentukan lokasi dan jumlah collection point yang optimal serta mudah diakses masyarakat. Proposal penelitian tersebut dipresentasikan Salsabila dalam Seminar Proposal pada Selasa (12/08).

Penelitian ini menggunakan metode Multi Objective Mixed Integer Linear Programming (MOMILP) untuk mengoptimalkan pengumpulan limbah elektronik di Kota Semarang. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung penerapan konsep reverse logistics dalam daur ulang dan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, sehingga proses pengumpulan menjadi lebih efektif dan efisien.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses