Arsip:

Berita

SEMAR UGM Raih Juara 2 di Ajang Shell Eco-Marathon Asia Pasifik & Timur Tengah 2025

Masa depan dunia ada di tangan generasi muda, dan inilah alasan utama mengapa Shell Eco-Marathon diciptakan. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Shell Eco-Marathon mendorong ribuan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk merancang kendaraan dengan efisiensi energi tinggi dan zero emission. Dengan tantangan konsumsi bahan bakar yang semakin mengancam keberlanjutan hidup, Shell berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata melalui inovasi anak muda.

Shell Eco-Marathon Asia Pasifik & Timur Tengah 2025 menjadi panggung bagi 16 negara, 61 tim, dan ribuan mahasiswa untuk membuktikan inovasi mereka dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Berbagai tim mahasiswa dari berbagai universitas di Tanah Air turut serta dalam kompetisi ini, membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta yang siap bersaing di tingkat global. Salah satu tim yang terus berinovasi dalam ajang ini berasal dari kota pelajar, Yogyakarta, yaitu Tim Semar UGM. 

Bukanlah sebuah perlombaan apabila tidak ada kisah menarik. Tim Semar melalui perjuangan berbulan-bulan lamanya untuk research dan development kendaraan, dan perjuangan tersebut dipertaruhkan pada saat kompetisi. Dengan penuh ketegangan dan banyak improvisasi, tim Semar berkejaran dengan waktu untuk berhasil melalui technical inspection. Selain itu, tim Semar harus memaksimalkan waktu yang tersisa untuk dapat attempt, melaju di sirkuit Lusail. Sirkuit Lusail yang memiliki karakteristik dan medan yang unik memberikan tantangan tersendiri, namun hal itulah yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi tim.

Dengan berbagai cerita dibaliknya, tim Semar UGM berhasil meraih penghargaan juara Dua untuk kategori Prototype Battery Electric. Pencapaian ini menunjukkan prestasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang membanggakan. Namun, tim Semar memiliki dedikasi untuk meraih hal yang lebih tinggi, mengevaluasi performa di perlombaan ini untuk pencapaian yang maksimal kedepannya.

“Lebih dari sekadar kompetisi, Shell Eco-Marathon bagi Tim Semar UGM merupakan wujud komitmen untuk mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya keberlanjutan” tutur Indira Dwijaksara perwakilan Tim Semar. Semangat inovasi dan kolaborasi, mereka terus bergerak maju, membawa nama Indonesia ke panggung dunia dan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih hijau.  See you next year! 🚀🏁

Seminar Proposal Analisis Socio-Technical Relokasi Depo Lokomotif Yogyakarta untuk Mendukung Keberlanjutan Proyek

Seminar proposal penelitian Najmuddin Muntashir ‘Abdussalam yang bertajuk “Analisis Socio-Technical Pada Rencana Proyek Relokasi Depo Lokomotif (Studi Kasus di Yogyakarta)” telah diselenggarakan pada Kamis (13/02), bertempat di Ruang Sidang A3 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM. Seminar ini merupakan bagian dari upaya Najmuddin untuk menggali lebih dalam mengenai aspek sosial dan teknis dalam proses relokasi Depo Lokomotif Yogyakarta.

Dosen pembimbing, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., M.Pm., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., memberikan arahan yang sangat berarti untuk penelitian yang berfokus pada pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD) ini. Relokasi Depo Lokomotif Yogyakarta ke area Stasiun Patukan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta mengatasi keterbatasan lahan yang ada saat ini.

”Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-technical untuk menganalisis potensi dampak yang ditimbulkan oleh rencana relokasi, baik dari sisi sosial maupun teknis,” papar Najmuddin. Sebagai bagian dari tahapan penelitian, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan survei lokasi. Empat kelompok responden yang menjadi sumber data primer meliputi masyarakat sekitar lokasi lama, masyarakat sekitar lokasi baru, pekerja Depo Lokomotif, dan pengguna kereta api. Selain itu, data sekunder juga dikumpulkan dari PT Kereta Api Indonesia untuk mendapatkan informasi terkait operasional dan infrastruktur yang ada.

Proses analisis menggunakan metode uji statistik One-Way ANOVA dan uji korelasi, guna mengidentifikasi perbedaan signifikan antar kelompok serta hubungan antara variabel yang ada. Penelitian ini juga mengembangkan framework yang akan digunakan dalam simulasi dengan metode Agent-Based Modelling (ABM) untuk mengevaluasi dampak relokasi secara lebih luas. ”Dengan adanya framework dan simulasi ini, diharapkan dapat ditemukan skenario terbaik yang komprehensif untuk mendukung kelancaran proses relokasi,” tutur Najmuddin.

Penguji seminar proposal ini terdiri dari Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai Penguji 1, Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP. sebagai Penguji 2, dan Dr.Eng. Ir. Titis Wijayanto, S.T., M.Des., IPM., ASEAN Eng. sebagai Penguji 3.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung keberlanjutan proyek relokasi. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan PT Kereta Api Indonesia, serta menjadi referensi baru bagi studi-studi relokasi fasilitas perkeretaapian di masa mendatang. Dengan pendekatan socio-technical, diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat dan meningkatkan efisiensi operasional sistem perkeretaapian.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

KBK Energi DTMI Gelar Core (Colloquium Riset Energi) Series 1

Untuk meningkatkan kualitas riset dan penelitian, Kelompok Bidang Keahlian (KBK) DTMI menyelenggarakan Colloquium Riset Energi seri pertama dengan tema “Thermal Comfort Aspects in Indonesia High Speed Train” yang dibawakan oleh Dr. Fauzun dan “Sustainable Metals in Energy Transition” yang dibawakan oleh Dr. Akmal Irfan Majid. Colloquium yang diselenggakan pada 12 Februari 2025 ini bertempat di ruang sidang A1 lantai 2 Gedung A DTM. Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa S1, S2, S3, dosen, maupun peneliti/praktisi perusahaan yang tertarik dengan riset-riset yang akan dipresentasikan oleh dosen-dosen dari KBK di DTMI.

Rangkaian acara ini, diawali sesi pembuka oleh Dr. Adhika Widyaparaga selaku sekretaris DTMI dan dimoderatori oleh Prof. Deendarlianto, pemaparan riset dengan ditutup sesi tanya jawab oleh peserta. “Acara kolokuium merupakan forum bagi mahasiswa untuk berdiskusi tentang ide riset baru dan temuan riset membahas topik-topik yang berhubungan dengan tema yang diangkat, semoga kegiatan ini dapat berlangsung setiap bulannya” ujar Dr. Adhika. Setelah acara pembukaan, acara dilanjutkan pada masing-masing narasumber yang pertama Dr. Fauzun, dengan menampilkan hasil penelitian Kereta Cepat Merah Putih (KCMP) dan narasumber kedua Dr. Akmal Irfan Majid yang menampilkan hasil penelitian di bidang konversi energi. Dalam pemaparannya Dr. Fauzun memaparkan bahwa penelitian KCMP sangat panjang dan untuk itu diperlukan bantuan pihak-pihak agar benar-benar bisa mewujudkan hasil riset ini dan mengajak untuk berkolaborasi. Harapan serupa juga diungkapkan Dr. Budi Sholeh Wibowo yang berharap agar proyek riset Dr. Fauzun dalam KCMP ini bisa melibatkan dosen-dosen, peneliti-peneliti agar dapat bersaing dalam pengembangan riset tersebut sambil berbagi pengetahuan dan inovasi baru.

Insightful sekali bukan episode perdana Core ini? So, nantikan Colloquium Riset Energi seri selanjutnya ya! Sharinglah risetmu dan dapatkan kolaboratormu 😉

Penelitian Cloud Manufacturing Muchamad Sugarindra Solusi Efisiensi 3D Printer Smart Factory

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Doktor Teknik Industri UGM, Muchamad Sugarindra, melaksanakan seminar hasil untuk disertasinya yang berjudul “Pengembangan Cloud Manufacturing untuk Jaringan 3D Printer Smart Factorypada Selasa (11/02), bertempat di Ruang Sidang A2, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM. Muchamad Sugarindra merupakan mahasiswa Prodi Doktor Teknik Industri UGM angkatan 2021 sekaligus dosen Teknik Industri di Universitas Islam Indonesia (UII).

Seminar hasil ini dihadiri oleh Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. Sebagai promotor, Prof. Dr.Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU, ASEAN Eng. sebagai kopromotor, dan Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. sebagai Sekretaris Program Studi Doktoral DTMI UGM.

Penelitian Muchamad berbicara mengenai Cloud Manufacturing (CM) sebagai paradigma baru dalam manufaktur yang mengintegrasikan teknologi cloud computing, Internet of Things (IoT), dan cyber physical system (CPS) untuk menyediakan akses on-demand terhadap sumber daya manufaktur yang tersebar secara geografis. ”CM berperan penting dalam meningkatkan efisiensi sumber daya, khususnya dalam layanan Additive Manufacturing (AM). Kolaborasi antara CM dan AM, yang disebut Cloud Additive Manufacturing (CAM), memungkinkan otomatisasi pembuatan prototipe, penyesuaian produk, dan fabrikasi struktur 3D kompleks melalui layanan berbasis cloud,” papar Muchamad.

Pada penelitian ini, sistem CAM dikembangkan menggunakan metode waterfall mulai dari analisis kebutuhan hingga pengujian. Uji usabilitas yang dilaksanakan dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata 81,5 yang tergolong “good” atau “acceptable“.

Tahap pengembangan berikutnya adalah sistem penjadwalan AM berbasis cloud, yang dioptimasi menggunakan algoritma Non-dominated Sorting Genetic Algorithm II (NSGA II). Algoritma ini bertujuan meminimalkan tiga fungsi: makespan, lateness, dan jarak. Hasil optimasi menunjukkan adanya trade-off antara ketiga kriteria tersebut. Prioritas dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan pengguna, misalnya memfokuskan pada pengurangan keterlambatan (lateness) jika itu yang paling penting.

Penelitian yang dilaksanakan oleh Muchamad merupakan sebuah inovasi yang menunjang Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, inovasi dan infrastruktur).

Kontributor: Sani Wicaksono, S.E., M.M.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

HMDTI Bagikan Pengalaman dan Tips Lolos Publikasi Internasional

Himpunan Mahasiswa Doktor Teknik Industri (HMDTI), Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengadakan sharing session bertajuk ”Dari Ide Penelitian ke Publikasi Jurnal Internasional: Best Practices dan Insight”. Sharing session tersebut dilaksanakan secara daring pada Selasa (11/02) dengan mengundang 2 orang pembicara, yaitu Sri Indrawati, S.T., M.Eng. (mahasiswa Program Doktor Teknik Industri UGM, dosen Universitas Islam Indonesia) dengan paparan materi ”Dari Draft ke Publikasi: Perjalanan Menuju Jurnal Internasional Bereputasi” dan Dr. Ir. Siti Afiani Musyarofah, STP., M.T. (Policy Analyst – Kementerian Perindustrian dan penulis tiga artikel pada Jurnal Scopus) dengan paparan materi ”Menghadapi Peer-Review dan Revisi Jurnal Scopus: Insight dan Solusi”. Oleh karena pentingnya topik yang diangkat dalam sharing session ini, maka pendaftaran terbuka untuk mahasiswa maupun calon mahasiswa doktoral dari seluruh instansi, dengan jumlah peserta berdasar kehadiran daring adalah 108 orang.

Menyampaikan sambutan, Ketua Program Studi (Kaprodi) Doktor Teknik Industri UGM, Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, ST., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyatakan bahwa publikasi menjadi bottleneck dari proses studi Prodi Doktoral di semua perguruan tinggi. ”Publikasi ini seringkali menjadi hambatan karena bergantung pada pihak ketiga, jadi nanti akan dibagikan apa saja yang dapat menentukan lolosnya sebuah publikasi ke dalam jurnal,” tuturnya.

Sri Indrawati dalam sharing session ini membagikan pengalaman dan strateginya dalam menyusun publikasi sampai pada penerbitan di jurnal yang bereputasi. ”Proses dari saya mendesain penelitian sampai ke submission cukup panjang, hampir satu tahun, dengan proses paling lama adalah proses submission sampai publikasi. Di sini, saya cukup beruntung karena saya submisi pada bulan Juni dan published pada bulan Desember, sekitar 6 bulan,” papar Sri. Kunci dari penerbitan publikasi penelitian, menurut Sri, terletak pada desain penelitian yang baik dan jelas, serta bisa menjadi solusi dari masalah yang ingin diselesaikan. ”Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah waktu proses submisi sampai publikasi karena berkaitan dengan pihak ketiga. Meski begitu, setiap jurnal bisa berbeda-beda (waktu sampai publikasi),” tambahnya. Secara garis besar, unsur-unsur desain penelitian yang diterapkan Sri dalam penelitiannya adalah variabel, jenis data, sampel dan populasi, kriteria responden, ethical consideration, dan resources. Selain menyusun desain penelitian, Sri menyarankan untuk menentukan jurnal apa yang akan dituju sebagai media publikasi. ”Keputusan jurnal yang dituju cukup krusial karena akan berpengaruh pada tulisan kita,” paparnya.  Mengetahui standar jurnal yang dituju, menurut Sri, dapat memperbesar kemungkinan tulisan diterima untuk diterbitkan oleh jurnal. ”Agar tidak terbatas dalam melakukan penelitian, sebelum penelitian selesai, kita bisa sekaligus mencari jurnal yang dituju,” pungkas Sri.

Siti Afiani Musyarofah menyampaikan bahwa ketika paper sudah sampai tahap editor, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. ”Decision dari editor bisa jadi tulisan kita langsung diteruskan ke reviewer, atau dikirim kembali kepada kita sebagai author untuk melengkapi yang kurang, atau langsung reject. Jangan khawatir jika langsung reject, karena positifnya adalah kita tahu lebih cepat untuk kemudian beralih ke jurnal lain,” papar Siti. Ketika tulisan ada di reviewer, menurut paparan Siti, decision juga bisa beragam, antara lain revisi, reject, dan accepted. ”Ketika tulisan kita mendapat reject dari reviewer, keuntungannya adalah kita bisa memperoleh banyak masukan untuk memperbaiki tulisan kita yang akan kita kirim ke jurnal lain,” tuturnya. Mengenai hal-hal yang perlu dilakukan penulis sebelum dan saat submisi, Siti menjabarkan beberapa hal. ”Author perlu memastikan bahwa jurnal yang dipilih sudah sesuai, kemudian perlu memperhatikan Daftar Pustaka, dan saat submisi, jangan takut untuk submit di Q1-Q2 pada Best Publisher dan siapkan file pendukung,” tambah Siti. Selain menjabarkan apa yang perlu dilakukan penulis sebelum dan saat submisi, Siti juga memberikan saran-saran untuk menghadapi perbaikan-perbaikan yang diberikan editor dan apa saja jenis-jenis tanggapan yang bisa dilakukan penulis dalam menyikapi hasil review dari reviewer. ”Dalam menghadapi reviewer, kita bisa menyetujui masukan dari reviewer, namun bisa juga kita melakukan sanggahan, selama disampaikan dengan baik dan dengan argumen yang kuat,” pungkasnya.

Paparan dari 2 narasumber ditanggapi dengan membuka sesi tanya jawab untuk peserta, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan banyak terkait pada proses submisi.  

Kontributor: Sani Wicaksono, S.E., M.M.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Optimasi Malam Daur Ulang untuk Batik Hantarkan Umar Lulus Ujian Tesis

Umar Muhtadin, mahasiswa Magister Teknik Industri UGM melaksanakan ujian tesisnya yang berjudul “Optimasi Penggunaan Malam Daur Ulang pada Proses Pembatikan Manual untuk Produksi Kerajinan Batik Kulit” pada Senin (10/02), bertempat di Ruang Sidang A2 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM. Ujian tesis ini dibimbing oleh Ir. Andi Sudiarso, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPM., dengan tim penguji diketuai oleh Ir. Wangi Pandan Sari, S.T., M.Sc.S.T., M.Sc., Ph.D., serta anggota penguji Ir. Muh Arif Wibisono, S.T., M.T., D.Eng., IPM., ASEAN.Eng. dan Prof. Dr.Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU, ASEAN Eng.

Dalam tesisnya, Umar mengangkat isu penting terkait keberlanjutan industri batik, khususnya dalam hal pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah malam batik. Malam batik yang sering kali terbuat dari bahan berbasis parafin, microwax, dan resin sintetis, berpotensi mencemari lingkungan, mulai dari ekosistem perairan hingga tanah, yang mengandung bahan kimia berbahaya dan logam berat. ”Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan malam daur ulang (malam lerob) dalam pembatikan manual pada media kulit sapi full-krom, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan,” papar Umar.

Dalam abstrak penelitiannya, Umar menjelaskan bahwa meskipun banyak usaha pengolahan limbah batik yang ada, penerapan malam daur ulang masih minim diteliti. Berdasarkan penelitian ini, penggunaan malam daur ulang dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dan ekonomis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru, yang sejauh ini menyumbang sekitar 70% dari total biaya produksi batik.

Penelitian ini menggunakan metode Taguchi dengan desain Orthogonal Array L9 (3³) untuk mencari kombinasi parameter yang optimal dalam pembatikan manual. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi usia pembatik, ukuran canting, dan suhu malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas batik yang dihasilkan menggunakan malam daur ulang dan malam biasa, dengan nilai p-value sebesar 0,643 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa malam daur ulang dapat menghasilkan kualitas batik yang setara dengan malam biasa.

Sebagai produk dari penelitian ini, Umar berhasil memproduksi sepatu pantofel berbahan kulit sapi full-krom dengan motif ‘parang klitik solo’ menggunakan malam daur ulang. Dengan kombinasi parameter optimal—ukuran canting 1 mm, usia pembatik antara 42 hingga 46 tahun, dan suhu malam 130°C—produksi batik kulit ini berhasil menunjukkan hasil yang setara dengan batik yang menggunakan malam biasa.

Temuan ini memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan industri batik, dengan mendorong penggunaan malam daur ulang yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi, sekaligus mendukung diversifikasi produk batik berbasis kulit. Penelitian ini menjadi langkah penting untuk mengurangi pencemaran limbah batik dan mendorong inovasi dalam dunia kerajinan batik tradisional.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Alat Pirolisis Baterai Lithium-Ion Karya Yulius Solusi Pengolahan Baterai Bekas

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Yulius Tomy Wijaya, melaksanakan ujian tesisnya di Ruang Sidang A-3, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM. Ujian ini dilaksanakan pada pukul pada Jumat (07/02) pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan dua pembimbing tesis, yakni Dr. Budi Arifvianto, S.T., M.Biotech., dan Ardi Wiranata, S.T., M.Eng., Ph.D., serta dua penguji yang berkompeten, Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., dan Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D.

Tesis Yulius yang berjudul “Rancang Bangun Alat Pirolisis Baterai Lithium-Ion Tipe 18650 dengan Sistem Kontinu” bertemakan pengembangan alat pirolisis untuk mendaur ulang baterai lithium-ion tipe 18650. ”Baterai ini, yang banyak digunakan dalam berbagai perangkat elektronik modern seperti laptop, ponsel, dan kendaraan listrik, memiliki kapasitas penyimpanan energi tinggi, namun berisiko terhadap lingkungan apabila dibuang sembarangan,” papar Yulius.

Dalam penelitian ini, Yulius mengembangkan alat pirolisis berbasis sistem kontinu yang dirancang untuk menghilangkan komponen berbahaya seperti binder, separator, dan cairan elektrolit pada baterai bekas. Alat ini dirancang dengan menggunakan pipa stainless dan electric heater yang berfungsi untuk memanaskan baterai pada suhu 420°C dengan waktu tinggal 8 menit per baterai. Alat ini juga dilengkapi dengan sistem penghisap gas yang efektif untuk mengurangi emisi berbahaya selama proses.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan mampu bekerja optimal, dengan hasil simulasi menunjukkan faktor keamanan yang sangat baik sebesar 81,5 dan struktur alat yang aman dengan Von Mises maksimal sebesar 3,068 MPa. Selama pengoperasian, alat efektif dalam menghilangkan plastik, elektrolit, binder, dan separator dari baterai, menghasilkan material blackmass yang terpisah dengan baik.

Penelitian ini memiliki relevansi yang kuat terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam hal SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 13 (Perubahan Iklim). Dengan mengembangkan alat untuk mendaur ulang baterai lithium-ion, Yulius turut berkontribusi dalam mengurangi limbah berbahaya dan mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan baterai elektronik yang terus meningkat. Inovasi ini berpotensi mengurangi pencemaran dan risiko kebakaran atau ledakan yang dapat ditimbulkan oleh pembuangan baterai yang tidak sesuai prosedur.
Keberhasilan penelitian ini menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan memberikan solusi konkret terhadap masalah pengelolaan baterai bekas.
Semoga dengan adanya penelitian ini, akan ada lebih banyak inisiatif yang mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

DTMI Gandeng Alumni dalam Riset Pengembangan Kereta Api Hybrid

Sebagai bentuk dedikasi dalam melakukan riset dan inovasi secara terus menerus, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengadakan Curah Gagasan dan Diskusi Kereta Api Barang Tipe Hybrid bersama dengan alumni Teknik Mesin (TM) UGM Angkatan 1967. Curah Gagasan yang diadakan pada Rabu (05/02) di Ruang Sidang A1 ini dihadiri oleh 3 orang alumni TM UGM angkatan 1967 yang ahli dalam bidang transportasi, yaitu Ir. Iwan Kusmarwanto, Ph.D. (Presiden Direktur PT Mataram Paint, Ahli Aerodinamika), Ir. Bambang Priambodo, MSME, IPM (Tenaga Ahli Energi dan Transportasi PT EMKA Rekayasa Energi), dan Ir. Dwi Rahardjo Sigit (Purna Tugas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Ahli Transportasi Udara) serta 6 orang dosen DTMI UGM, yaitu Ir. Fauzun, Ph.D., Ir. Indro Pranoto, Ph.D., Prof. Heru Santoso Budi Rochardjo, Dr.Eng. Ir. R. Rachmat A. Sriwijaya, S.T., M.T., D.Eng., IPM., ASEAN Eng., Dr. Hifni Mukhtar Ariyadi, dan Ardi Wiranata, Ph.D..

Iwan Kusmarwanto menyatakan bahwa 3 alumni yang diundang dalam Curah Gagasan ini merupakan tim yang sudah lama saling mengenal dan saling bekerja sama sehingga bisa selalu kompak. ”Kami selalu siap membantu bila UGM akan mengembangkan transportasi kereta api yang selalu diminati oleh orang banyak,” tuturnya. Sebagai ahli aerodinamika, Iwan mendorong perguruan tinggi untuk bisa selalu mengembangkan transportasi kereta api yang semakin maju teknologinya.

Paparan mengenai Kereta Api Barang Tipe Hybrid disampaikan oleh Bambang Priambodo. Berbekal pengalamannya yang luas dalam bidang kereta api maupun kereta listrik, Bambang membagikan informasi-informasi yang bermanfaat untuk pengembangan kereta hybrid. ”Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional tahun 2020, oleh karena peningkatan jumlah sarana perkeretaapian juga meningkatkan kebutuhan bahan bakar yang berdampak pada peningkatan emisi gas buang, maka perlu diversifikasi penggunaan energi murah dan ramah lingkungan seperti gas atau listrik,” paparnya. Bambang menuturkan bahwa pada 2030, jalur utama kereta api antar kota akan menggunakan energi listrik dengan proporsi 90%. Bambang menjabarkan bahwa di Jerman sudah banyak menggunakan jaringan kereta listrik yang mengandalkan Listrik Aliran Atas (LAA). ”Kendala pembangunan LAA di Indonesia adalah minimnya minat penanam saham karena regulasi PLN yang tidak memperbolehkan penjualan daya listrik ke kereta api,” tuturnya. Selain minimnya penanam saham, kereta listrik dengan jaringan LAA juga memakan waktu lama dalam pembangunannya dan biaya yang besar untuk perawatannya. Oleh karena itu, Bambang memaparkan solusi untuk mengembangkan kereta dengan jalur tanpa LAA. ”Kereta tersebut nantinya akan beroperasi menggunakan hybrid diesel dan baterai, dengan lokomotif yang yang dirancang menggabungkan sistem penggerak mekanis dan cadangan daya listrik gerbong baterai,” tambah Bambang. Selain memaparkan rancangan tenaga kereta hybrid, dipaparkan juga penggunaan rem aerodinamis untuk kereta yang dapat menjaga rel dan roda dari aus dan kerusakan. ”Dengan berkembangnya kereta hybrid, nantinya bisa meningkatkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat di sekitar stasiun,” pungkas Bambang.

Ir. Fauzun Ph.D. mengucapkan terima kasih atas perkenanan alumni TM UGM 1967 untuk hadir dan berdiskusi bersama. ”Semoga hasil diskusi ini dapat membawa manfaat untuk transportasi perkeretaapian Indonesia,” tutupnya.

Mbakar Bareng dan Makan Bareng: Cara Laboratorium CNC & CAD/CAM Pupuk Kebersamaan

Dalam sebuah tim kerja, iklim personil yang profesional dan saling memberi dukungan merupakan elemen yang penting untuk ada guna menunjang pekerjaan dari tim sehingga dapat memberikan hasil yang optimal. Banyak metode yang dilakukan guna memperkuat iklim tim yang saling mendukung, antara lain mengadakan outing dan mengadakan jamuan makan bersama. Cara kedua, yaitu makan bersama, baru saja dilaksanakan oleh tim Laboratorium CNC & CAD/CAM, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM pada Jumat (07/02), bertempat di serambi laboratorium.

Acara keakraban berupa ”mbakar bareng dan makan bareng” tersebut diikuti oleh seluruh personil yang terlibat dalam tim Laboratorium CNC & CAD/CAM, antara lain dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa asisten laboratorium dari jenjang sarjana, magister, dan doktor. Berdasar informasi yang diberikan oleh Asisten Laboratorium CNC & CAD CAM, Basuki Rachmat, S.T., agenda keakraban berupa makan bersama yang diadakan setelah waktu jam kantor usai ini merupakan agenda rutin di laboratorium tersebut. ”Acara keakraban makan bersama rutin dilaksanakan pada awal semester,” tuturnya. Basuki menambahkan bahwa agenda keakraban yang diadakan oleh laboratorium tempatnya bertugas tidak harus bertepatan dengan momen istimewa atau momen-momen tertentu. ”[Makan bersama] Selalu rutin diadakan, sebagai bentuk mengakrabkan untuk semua,” tambahnya.

Berbeda dengan agenda ”Jumat Berkah” dengan makanan dan minuman yang sudah siap santap, sesuai dengan namanya ”mbakar bareng dan makan bareng”, personil dari tim Laboratorium CNC & CAD/CAM membuat konsep ”barbeque” atau ”bakar-bakar-an” untuk acara makan bersamanya, yaitu bahan makanan disiapkan dalam bentuk mentah dan diolah bersama-sama dengan cara dibakar atau dipanggang, dengan bentuk menu yaitu daging dan olahan-olahannya.

Keberhasilan sebuah tim ditentukan oleh sinergi yang baik antar anggota dan adanya sikap saling mendukung dari para anggotanya. ”Mbakar bareng dan makan bareng” yang diadakan oleh Laboratorium CNC & CAD/CAM merupakan salah satu cara untuk mencapai keakraban dan sinergi tim, sehingga semua anggota semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya serta terus termotivasi untuk menelurkan banyak inovasi.

Kontributor: Basuki Rachmat, S.T.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Kenalkan Kampus, DTMI UGM Gelar Info Day bagi Mahasiswa Pascasarjana 2025

Sebanyak 52 mahasiswa pascasarjana baru Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Fakultas Teknik UGM mengikuti Info Day orientasi pengenalan kampus yang diselenggarakan Kamis 6 Februari 2025 bertempat di Ruang Sidang A1 lantai 2 Gedung A DTMI. Mahasiswa tersebut  berasal dari program seleksi by riset dan program reguler. Mereka terbagi ke dalam empat program studi (prodi) yaitu 16 mahasiswa Prodi Magister Teknik Mesin, 21 mahasiswa Prodi Magister Teknik Industri, 7 mahasiswa Prodi Doktor Teknik Mesin, 8 mahasiswa Prodi Doktor Teknik Industri.

Info Day merupakan rangkaian dari pengenalan kampus DTMI UGM bagi mahasiswa baru, lingkungan belajar serta ragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung studi. Dalam kesempatan itu, seluruh mahasiswa baru diberikan penjelasan terkait informasi penting terkait proses pembelajaran, administrasi akademik, ragam fasilitas dan layanan, hingga aturan kampus.

Sekretaris DTMI UGM, Dr. Eng. Adhika Widyaparaga, S.T., M. Biomed.E., menyambut dengan bangga dan gembira kehadiran mahasiswa baru pascasarjana pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. “Kami berharap para mahasiswa baru ini benar-benar memanfaatkan fasilitas di DTMI. Terutama dari riset apa yang akan dipelajari kedepan, berbagai laboratorium yang dapat mendukung riset-riset mereka sehingga memperoleh pengalaman dan ilmu yang berharga disini” ucapnya, Kamis (6/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut kemudian mahasiswa baru tersebut dibagi ke dalam kelas-kelas berdasarkan prodi untuk diberikan penjelasan terkait aturan-aturan selama menjalani studi di DTMI UGM. Mulai dari kehadiran di kelas, sistem kredit, evaluasi studi hingga aturan berperilaku selama di kampus.

Almas, mahasiswa Program Studi Magister Teknik Industri, mengaku sangat terbantu dengan adanya Indo Day ini. Sebab, ia bisa mendapatkan berbagai informasi terkait kegiatan perkuliahan dan juga bisa secara langsung melihat berbagai fasilitas di kampus DTMI UGM. “Saya memilih untuk melanjutkan studi saya di S2 karena saya kedepannya ingin menjadi peneliti di bidang supply chain dan menghasilkan publikasi di tingkat internasional,” ucapnya.

Hal senada turut diungkapkan Muhammad yang merupakan mahasiswa Doctor by Research (DbR) Teknik Mesin yang berasal dari BRIN Pusat Riset Mekatronika Cerdas. “Melalui Program Doktor Teknik Mesin ini ingin menambah keilmuan dalam penelitiannya sehingga perlu untuk mengambil bagian dari program doktoral “tuturnya.