Amanat Bintang Saptomo Dorong Transportasi Berkelanjutan dalam Layanan Ojek Online Ramah Lingkungan

Mahasiswa Magister Teknik Industri UGM, Amanat Bintang Saptomo, melaksanakan ujian tesis yang mengangkat isu strategis keberlanjutan sektor transportasi sebagai bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek penanganan perubahan iklim. Ujian tesis Bintang dilaksanakan pada Selasa (27/01). Dalam tesis berjudul “Analisis Dampak Lingkungan Kendaraan Listrik dan Bensin dalam Layanan Ojek Online Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) dan Decision Tree di Yogyakarta”, Amanat menganalisis secara komprehensif perbandingan dampak lingkungan antara sepeda motor listrik dan sepeda motor bensin yang digunakan dalam operasional ojek online.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kontribusi sektor transportasi terhadap emisi gas rumah kaca di Indonesia, di mana sepeda motor menjadi moda transportasi paling dominan. Intensitas penggunaan yang tinggi pada layanan ojek online menjadikan konsumsi energi dan emisi kendaraan semakin signifikan. Sepeda motor listrik kerap dipromosikan sebagai solusi ramah lingkungan, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh bauran energi listrik nasional yang masih didominasi oleh pembangkit berbahan bakar fosil.

Melalui pendekatan terintegrasi metode Life Cycle Assessment dengan batas sistem Well-to-Wheel (WTW) dan unit fungsional 70 km perjalanan per hari, penelitian ini memanfaatkan perangkat lunak SimaPro dengan metode penilaian dampak IMPACT World+ pada tingkat endpoint, mencakup kategori Human Health dan Ecosystem Quality. Selain itu, metode Decision Tree digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor operasional yang memengaruhi efisiensi penggunaan kendaraan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase Well-to-Tank, sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali) memiliki beban lingkungan yang relatif lebih besar akibat dominasi pembangkit listrik berbasis fosil. Namun demikian, pada tingkat Well-to-Wheel, sepeda motor listrik berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 35–40% dibandingkan sepeda motor bensin. Temuan ini menegaskan bahwa keunggulan lingkungan kendaraan listrik bersifat kontekstual dan akan semakin optimal seiring transisi menuju sistem pembangkit listrik yang lebih bersih.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pengambil kebijakan, industri transportasi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam merancang strategi elektrifikasi transportasi yang lebih berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses