Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali melahirkan inovasi melalui penelitian tugas akhir mahasiswa Program Studi Magister Teknik Mesin, M. Khoirur Rifky, yang mengembangkan material komposit ramah lingkungan berbasis limbah Polylactic Acid (PLA) dari 3D printing.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali menyelenggarakan Ujian Proposal Program Magister Teknik Mesin pada Senin (10/11). Agenda akademik ini berlangsung pukul 13.00–14.00 WIB di Ruang Sidang A-4, Laboratorium Dinamika, Gedung A Lantai 1.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan Ujian Proposal Magister Teknik Mesin (MTM) pada Selasa (11/11) bertempat di Ruang Sidang A-3, Lantai 1.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengadakan Info Session pada Rabu (12/11) dengan menghadirkan Anney Yimeng An, Head of Partnership Relations, International Student Recruitment University of Nottingham (UoN), Inggris.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali melaksanakan event “Sinau Bareng DTMI” pada Jumat (07/10), bertempat di Meeting Room 2, Gedung Prof. Roosseno Soerjohadikoesoemo – Smart Green Learning Center, Fakultas Teknik UGM.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan ujian tugas akhir bagi mahasiswa Program Magister Teknik Mesin pada Selasa (04/11), bertempat di Ruang Sidang A-3.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali menyelenggarakan ujian tugas akhir untuk mahasiswa Program Magister Teknik Mesin pada Selasa (04/11), bertempat di Ruang Sidang A-3 DTMI.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan Corner Discussion dengan menghadirkan Assoc. Prof. Raimundas Rukuiža dari Vytautas Magnus University, Lithuania sebagai pembicara.
Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan Produk Domestik Bruto (PDB).
Industri manufaktur kereta api sebagai bagian dari heavy industry memiliki kompleksitas tinggi dalam perancangan tata letak fasilitas. Ukuran mesin yang besar, sistem material handling berkapasitas tinggi, serta biaya re-layout yang mahal menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga efisiensi dan stabilitas sistem produksi.
